Tampilkan postingan dengan label lowongan kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lowongan kerja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Juni 2010

Secrets You Need To Keep From Friends at Office

Socialize it shall be done in your work. Maintain a good relationship with colleagues not only makes your job so much more smoothly, but also make you more comfortable in doing your job. Friendly environment is one factor that can make an employee eager to complete their responsibilities.

Good relationships with colleagues sometimes can be developed into every a good friend. You spend time with him after work hours, 'chat' about personal matters or on the job. Yet, as intimate as you intimately with colleagues, there are limitations on what can you 'talked about' with them. Among them are as follows:



Your efforts to find a new job. Maybe you're excited when you found a suitable job opportunity or be called for tests and interviews. You want to immediately share stories with people closest to you, including a friend who is an office colleague. However, no matter how much desire, you better hold 'lust' storytelling. It is not impossible this news will be circulated among the management and they start to doubt your loyalty to the company, though you are determined to continue to fulfill your responsibility to find a new job. If you find that you will decide to stay in the company right now, this issue will affect the possibility of promotion that you will receive.



Salaries and allowances amount you receive. Salary is a sensitive issue that should not be discussed with other employees. Even some companies cautioned to any matters relating to the amount of salary, allowances or bonuses are not discussed with other employees. The goal is not arise the atmosphere of unpleasant and unconducive to work because another co-worker's salary envy. HRD has its own assessment to determine the amount of salary. This is sometimes not known to all employees so they feel better able to assess the salary received by them and other employees.


Problems about other coworkers or about your boss. Not all day is sunny day at work. Sometimes you have to get unpleasant treatment from your employer, who brought forward the deadline suddenly or work to be revised on a total of over a member of your team whose job it is incompetent. I think you want to 'explode' moment and express your resentment and anger against a boss or colleague to a friend's office. But be careful with these measures. Discuss colleague or boss behind them will affect less well for you. like you're creating a self image as professionals and employees who do not respect your boss, like finding trouble or trouble maker. It is not impossible they also assume you are inciting to hate the boss or other colleagues. In addition, publicly or openly express dislike you will create an uncomfortable work environment for other employees.



Personal Life. Sometimes complaining can make you feel lighter in the face of problems. But get used to not explore your personal problems to a friend's office. There is no point in telling your love story failure, the amount of your current boyfriend, an argument with husband or boyfriend. Instead you will be judged as someone who can not handle your own problems. Moreover, even if you feel you are close to a friend's office, he may not feel comfortable listening to all your stories and laments.


Chat that is racial. It is no longer its time talking about things related and offensive racial. Particularly in the office. Do not let your campaign is blocked in the future because you never reveal your preferences about racial intolerance of other employees in the office.
Have you ever falsified a letter you sick. Sometimes due to reasons saturated, or bored there are times when you are not eager to work and choose to lie to say that you are sick to the boss. Saturation is the thing that's understandable, but lying and skipping work is not something to be proud of, much less to say to a friend's office.


Indonesia Job , Jobs , Career

Bookmark and Share

Kamis, 17 Juni 2010

Liburan Tanpa Interupsi Pekerjaan

Asyik, liburan sudah tiba! Terbayang di pelupuk mata hamparan pasir putih, ombak yang bergulung pelan, angin pantai yang menghembuskan aroma laut yang menenangkan, begitu indahnya. Tapi seketika lamunan Anda buyar saat seorang staff mengantarkan berkas-berkas pekerjaan ke meja Anda. Aarrrgh, ternyata semuanya hanya khayalan belaka, yang ada dihadapan Anda sekarang justru tumpukan pekerjaan yang harus segera dikerjakan. Meski bulan Juni-Juli ini identik dengan musim liburan, karena bertepacatan dengan liburan sekolah anak-anak, tapi Anda justru terjebak di kantor dengan segudang tugas-tugas. Padahal anak-anak dan keluarga sudah merengek-rengek mengajak liburan bersama. Kalau begini Anda jadi serba salah, liburan stress, tidak liburan lebih stress. Lalu apa yang harus Anda lakukan?


Pilih saja opsi liburan tanpa stress. Nikmati liburan bersama keluarga tanpa harus merasa bersalah karena telah meninggalkan pekerjaan. Anda berhak mendapatkan waktu untuk istirahat dan me-recharge stamina agar tubuh tidak terlalu terforsir. Liburan juga membantu Anda mendekatkan diri kembali dengan keluarga dan bahkan dapat menambah teman-teman baru yang berarti memperluas hubungan sosial Anda. Ketahuilah bahwa kantor Anda akan tetap berjalan bahkan jika Anda tidak ada di sana. Bagaimana cara berlibur dengan tenang tanpa interupsi dari pekerjaan? Berikut tips yang bisa membantu Anda.


1. Timing yang tepat dan aktifitas alternatif.

Meskipun waktu ideal berlibur adalah saat liburan sekolah anak-anak, tapi dengan tuntutan sebagai professional, be flexible with it. Jika load pekerjaan sedang tinggi, tunda-lah waktu libur sampai ketegangan sedikit mereda. Jika Anda mempunyai anak, siapkan sejumlah aktifitas untuk mereka agar tidak cranky karena tidak kemana-mana selama liburan. Ikutkan mereka dalam aktifitas sederhana namun baru dan menarik bagi mereka seperti mengikuti les melukis dengan cat air, membuat kerajinan pottery atau bahkan mengikuti berbagai kegiatan aktifitas klub olah raga yang menarik bagi mereka. Dengan demikian Anda bisa bisa meneruskan proyek dan anak-anak tidak mengeluh.


2. Buat rencana.

Setelah mendapatkan waktu yg tepat, buatlah rencana tentang semua yang berkaitan dengan liburan Anda. Contohnya; jadwal berangkat dan pulang, transportasi, akomodasi selama di tempat berlibur, perlengkapan yang dibutuhkan. Jika Anda berlibur dengan anak-anak, daftar perlengkapan akan semakin panjang dan aktifitas harus direncanakan dengan lebih seksama. Perhitungkan dengan tepat waktu yang dibutuhkan untuk menuju dan kembali dari tempat berlibur. Jangan sampai pulang terlalu mepet dengan waktu masuk kerja Anda, sehingga Anda tidak sempat beristirahat dan menyesuaikan diri dengan rutinitas bekerja. Paling tidak sisihkan jeda waktu sehari berdiam di rumah sebelum Anda kembali kerja.


3. Delegasikan pekerjaan sebelum cuti.

Serahkan sebagian tugas-tugas Anda kepada bawahan atau rekan kerja yang Anda percayai. Adakan briefing agar pengganti Anda tahu apa dan bagaimana tugas-tugas Anda harus dikerjakan. Jika pekerjaan Anda berhubungan dengan klien, informasikan pada mereka bahwa Anda akan pergi berlibur dan sudah menunjuk pengganti untuk mengambil alih tugas Anda selama Anda pergi. Jangan lupa untuk mengatur setting email Anda agar setiap email kerja yang masuk dapat di balas dengan auto email yang menginformasikan bahwa Anda sedang berlibur.


4. Batasi menerima telepon, tinggalkan laptop.

Untuk sementara tinggalkan segala hal atau benda yang akan membuat Anda berhubungan dengan pekerjaan. Tinggalkan laptop di rumah. Batasi pula menerima telepon dari kantor, jika memang Anda tidak bisa mematikan HP Anda sama sekali. Sebelum pergi berlibur sebaiknya Anda memberikan nomor telepon darurat kepada pengganti Anda saja just in case ada masalah tentang pekerjaan yang mendesak hingga liburan Anda harus diinterupsi.


5. Komitmen hanya untuk berlibur.

Lupakan segala urusan kantor dan nikmati waktu liburan Anda. Ada kalanya seseorang tidak bisa menikmati liburannya karena selalu teringat pekerjaan di kantor. Pekerjaan Anda telah ditangani orang lain, jadi tidak ada alasan untuk khawatir berlebihan.

Liburan pada intinya adalah untuk melepas beban stress dari pekerjaan Anda. Sebuah penelitian bahkan menyebutkan bahwa tidak pernah mengambil cuti dan berlibur berbahaya bagi kesehatan. Berlibur memiliki efek mengurangi load stress dan membuat Anda melepaskan diri sejenak dari pemicu stress di tempat kerja sehingga Anda bisa kembali bekerja dengan semangat. So, tunggu apa lagi? Rencanakan liburan Anda sekarang juga.


Job , Jobs , Career

Bookmark and Share

Jumat, 11 Juni 2010

Bisakah Anda menjadi seorang workaholic yang sehat?

Menjadi seorang workaholic sangat melelahkan baik fisik maupun mental. Selalu bekerja dan bekerja membuat tubuh dan mental selalu aktif walaupun tanpa disadari Anda membutuhkan istirahat. Stress, depresi, tekanan darah yang seringkali melonjak adalah beberapa efek buruk pada kesehatan yang akan dirasakan seorang workaholic.

Selain itu kehidupan sosial yang parah, keluarga yang terabaikan adalah dampak dari kebiasaan gila kerja. Sebuah penelitian bahkan membuktikan bahwa pasangan yang workaholic memiliki kemungkinan untuk bercerai lebih besar dari mereka yang bisa menyeimbangkan kehidupan mereka.

Jika Anda adalah workaholic namun tetap ingin menjalani hidup yang sehat dan seimbang, berikut ini adalah tips-tips-nya:


1. Ubah prioritas hidup

Yakinkan diri Anda bahwa ada yang lebih penting selain pekerjaan, salah satunya kesehatan Anda, keluarga dan teman-teman. Apakah Anda rela melewatkan peristiwa-peristiwa penting dalam keluarga Anda hanya demi sebuah pekerjaan? Apakah Anda tahu dampak buruk bagi kesehatan karena kebiasaan workaholic Anda? Apakah Anda bisa menikmati hasil kerja dengan maksimal jika nantinya Anda menderita sakit berat akibat stress? Pertanyaan - pertanyaan tersebut diharapkan bisa membuat Anda lebih bijak menyusun prioritas.

2. Benahi manajemen kerja Anda.

Setiap karyawan telah memiliki job desc-nya masing-masing. Kerjakanlah apa yang menjadi tugas Anda saja, tidak perlu sungkan untuk menolak pekerjaan tambahan lain jika Anda merasa tidak sanggup atau dirasa menganggu pekerjaan pokok Anda. Atur semuanya berdasarkan skala prioritas supaya Anda lebih fokus dalam mengerjakannya. Benahi juga jam kerja Anda. Workaholic selalu merasa 24 jam dalam sehari tidaklah cukup untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Tubuh juga perlu beristirahat, gunakanlah hari libur Sabtu atau Minggu untuk benar-benar lepas dari pekerjaan. Tekankan pada diri sendiri bahwa Anda tidak akan bekerja untuk hari itu. Jauhkan diri Anda dari komputer atau alat kerja Anda yang lain.

3. Asupan gizi yang seimbang dan menyehatkan

Berpikir dan bekerja membutuhkan energi yang besar. Imbangi tenaga yang dikeluarkan dengan asupan makanan yang cukup dengan kebutuhan tubuh Anda dan seimbang. Hindari fast food walaupun ini adalah pilihan termudah bagi para workaholic. Perbanyaklah minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Kopi atau minuman berkafein lainnya memang dapat mempertahankan konsentrasi dan menjaga stamina, terutama saat lembur, namun ingatlah bahwa kafein yang berlebihan dapat menimbulkan peningkatan tekanan darah, perasaan cemas, gelisah.

4. Olahraga ringan dan cukup tidur.

Sekedar stretching ringan seperti menggerakkan kepala atau merenggangkan otot dapat membantu tubuh menjadi rileks. Belilah alat-alat olahraga yang dapat digunakan sembari bekerja yang banyak dijual di pasaran. Kemudian luangkan waktu untuk tidur. Penelitian menyebutkan bahwa tidur siang selama 20-30 menit dapat menjaga Anda tetap terjaga pada malam hari dan mengembalikan energi.

Ada suatu ungkapan bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Pun demikian dengan bekerja. Anda harus tahu batasannya karena tubuh Anda memiliki biology time-nya sendiri. Menjaga diri tetap sehat sekalipun Anda seorang workaholic sangatlah penting karena kesehatan itu mahal harganya. Kerja keras Anda akan menjadi sia-sia jika akhirnya Anda sendiri tidak dapat menikmatinya karena sakit akibat overworked. Ingatlah bahwa work hard is good, but work smart is better. So be smart with your work.


Job Vacancy , Career , Indonesia Job

Bookmark and Share