Tampilkan postingan dengan label model miniatur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label model miniatur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juni 2010

kerajinan unik miniatur clay

Maket Miniatur mainan, rumah, kendaraan bisa jadi sudah sering kita jumpai. Namun bagaimana halnya jika miniatur makanan? Kendati baru kali pertama didengar, hasil kerajinan tangan bernama miniatur clay atau tanah liat memiliki bentuk unik yaitu beragam menu masakan nusantara.

Kendati bukan makanan asli, ternyata miniatur makanan dari tanah liat memiliki bentuk yang menggiurkan. Tidak tanggung-tanggung, bahan dasar pembuatan miniatur tersebut yakni tanah liat didatangkan langsung dari Jepang dan Thailand.

Untuk bisa membuat beragam
maket miniatur ternyata tidak perlu bakat khusus. Tentu hal tersebut jika dilakukan dengan tekun. Bahkan, anak-anak kecil pun bisa membuat beragam bentuk miniatur dari tanah liat. Salah seorang yang membawa usaha ini ke Tanah Air. Ia mengaku sudah memulai usaha pembuatan miniatur tersebut sejak tiga tahun silam usai menimba ilmu di Thailand.

Peminat miniatur clay tak hanya menarik perhatian pembeli lokal, tapi juga berasal dari bermacam negara mulai Jepang hingga Selandia Baru. Tiap kali digelar acara Jakarta International Handycraft Trade Fair atau Inacraft selalu memberi kepuasan bagi para pecinta kerajinan unik.

Sumber : Liputan6

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Senin, 05 April 2010

Kreasi Miniatur Pesawat dari Limbah



Melihat banyaknya gabus (sterofom) bekas dibuang sembarangan tanpa dimanfaatkan, muncul ide di benak Sudarmadji. Warga Solo itu memanfaatkan gabus limbah tersebut menjadi Miniatur Pesawat terbang atau pesawat udara.

Dalam wujud miniatur pesawat terbang, tidak ada yang menduga bahan baku kerajinan itu dari gabus limbah. Lewat tangan Sudarmadji, gabus limbah berukuran apa saja dibentuk menjadi miniatur pesawat terbang jenis apa pun.

Hingga kini, Sudarmadji hampir membuat 1.000 miniatur pesawat mulai dari pesawat pengangkut penumpang seperti boeing, airbus, cessna, hingga herkules, dan pesawat jet tempur dalam berbagai macam dan ukuran yang seluruhnya dikerjakan sendiri. Selain untuk hadiah, kerajinan itu menarik sebagai pajangan.

"Saya memilih miniatur pesawat terbang dari gabus limbah karena daur ulang gabus limbah membutuhkan waktu yang lama. Makanya, daripada menjadi sampah yang tidak terpakai, saya mencoba memanfaatkannya," ujar Sudarmadji yang membuat kerajinan itu sejak 1994.

Semula, Miniatur Pesawat terbang dari gabus limbah itu hanya untuk koleksi sendiri. Namun, kini banyak yang tertarik dan membeli. Akhirnya, Sudarmadji menekuni kerajinan ini hingga banyak pemesan dan pembeli asal Solo dan dan dari luar Kota Solo. Harga miniatur pesawat terbang Rp 25.000-Rp 200.000 per buah.

"Terus terang saya tidak punya keahlian, hanya mengandalkan naluri saya. Selama dua tahun saya belajar sendiri, mulai dari membentuk badan pesawat, memasang dan menyambung sayap, hingga menyempurnakan bentuknya," ujar Sudarmadji.

Bagian yang tersulit saat membuat miniatur pesawat adalah menyambung sayap dengan badan pesawat serta proses pengecatan. "Saya mempelajari proses ini sendiri hingga menemukan caranya agar sayap tak mudah lepas dari badannya," ujar Sudarmadji yang menjamin pesawatnya tak mudah rusak walau tercebur ke air.

Uniknya, beberapa miniatur pesawat dibuat sesuai selera pemesan. Tulisan di badan pesawat bukan nama maskapai, tetapi nama dan tanggal lahir pemesan.

Untuk menambah pengetahuannya tentang jenis pesawat terbang, Sudarmadji sering ke pasar buku loak, membeli majalah dan buku-buku. Karya Sudarmadji dijual di Pasar Ngarsopuro Solo dan di rumahnya di Jalan Brigjen Katamso 68, Kampung Debegan, Mojosongo, Jebres, Solo. (SONYA HELLEN SINOMBOR)

kompas.com